Jumat, 22 Juni 2012

Diskriminasi dan tidak diskriminasi??


Yupz..
pernah merasakan diskriminasi dari orang???
Kadang, secara sadar atau tidak sadar kita pernah secara nggak sengaja mengalami diskriminasi lho.
 Semua orang kadang pernah melewati/melakukan hal-hal yang sama kaya orang lain, like dejavu...
Pernah kan secara nggak sadar pas baca status facebook atau tweet orang kadang suka manggut-manggut setuju, atau pas lagi baca buku dan ngerasa senasib sama si penulis buku.

Nah,
Jadi aku mau sedikit berbagi kisah tentang diskriminasi ini. Okey??
Apakah harusnya aku sedih? Apakah aku harusnya nangis? Apakah aku seharusnya kecewa? Apakah juga aku harus marah?
Kadang, pikiran-pikiran di otak kita ini jauh lebih kejam daripada kenyataan. Serius!
Aku pernah terlalu membesar-besarkan masalah, terlalu impulsif dengan suatu kejadian, dan pada akhirnya aku berpikir orang lainlah yang nggak memikirkan kita, kita merasa diasingkan dan seperti tidak masuk ke dalam kelompok pembicaraan itu.
Padahal,
setelah dipikir-pikir juga, mungkin itu kesalahan kita. Ya sedikitlah, setidaknya ada.
Kita kadang yang terlalu merasa bahwa ini diskriminasi, padalah sebenarnya juga tidak.


Contoh nyata adalah aku,
yesss....!!!!
Aku ikut ke dalam satu organisasi kampus dan yeah waktu itu kita kerjasama dengan pihak sponsorship, akhirnya barter jadi dari pihak sana hanya meminta 10 orang saja yang dimasukkan ke dalam kepanitiaan.
Dan yeah, bisa ditebak aku nggak masuk ke dalam kepanitiaan itu.
Aku pikir waktu itu adalah diskriminasi. Serius! Lho, kok bukannya aku sih? Kenapa si A kepilih dan aku nggak. Pokoknya sempet kesel banget deh waktu itu.
Tapi setelah aku pikir-pikir ulang lagi. Ternyata kan waktu itu aku juga lagi banyak kerjaan, lagi sibuk ngurusin bikin LPJ, tugas-tugas kuliah juga lagi numpuk. Lha, orang akhirnya pas hari H aku juga nggak dateng gegara Pakdheku meninggal.
          Coba aja kalo aku dimasukin ke dalam kepanitiaan, pasti ada beban moral kan dari aku karna ada di dua pilihan sulit. Akhirnya aku sadar, mungkin memang tidak selamanya diskriminasi itu jelek. Kadang juga ada sisi positifnya kok.

Contoh lainnya kaya misalnya kita ke Mall, biasanya orang-orang yang keliatan berduit bakalan dapet senyum manis dan ramah dari mbak2 SPG, Nah tapi buat orang yang biasa-biasa aja penampilannya bakalan dicuekin atau kalau emang SPGnya ramah banget cuma ditawarin dari jauh doang, ga bakalan di deket-deketin gitu. Padahal kan juga belum tentu yang pakaiannya mewah itu orang kaya dan belum tentu juga yang keliatan sederhana nggak punya duit sama sekali!!!!!

Itu juga kan perlakuan yang diskriminasi kan?

Tapi, untungnya buat yang berpenampilan biasa-biasa itu adalah pertama kita bisa jalan terus nggak kehenti dan makin lama, yang kedua nggak usah ribet-ribet nolak sambil pasang muka sok baik, yang ketiga nggak usah bingung nyari alesan dan bohong. heheheeee....
Ada juga kan untungnya kita didiskriminasi....???
Walaupun nggak semua diskriminasi itu baik, yahhhh ada juga kan yang berdampak jelek.
Misalnya kerabat atau saudara kita teroris, dan kita yang nggak tau apa-apa ini ikut didiskriminasikan sama orang-orang, dicap teroris juga, dianggap nggak berperikemanusiaan juga. Padahal kan kita nggak tau apa-apa kan...
Halah,
sebenernya itu bagaimanapun sikapnya, bagaimanapun sifatnya, itu semua kita yang bakalan merasakanya. Baik atau buruknya kita juga yang tau...
Selama kita pikir itu nggak merugikan kenapa juga mesti repot-repot lapor ke komnas HAM. Apa harga diri kita terlalu tinggi untuk dibela? Memangnya siapa kita? Bukannya semua manusia itu sama di mata Tuhan? Apa ini cuma pencitraan di depan publik saja?
Lha, bagaimana kalau sikap kita justru masih tidak bisa membedakan mana yang diskrimasi dan tidak diskriminasi???
Halah, ribet banget sihhhhhhhh.....

Jumat, 15 Juni 2012

Untuk siapapun yang akan/ingin menjadi dewasa part 2


Apa bedanya menjadi dewasa karena usia dan menjadi dewasa karena keadaan???
Yupz,
tua belum berarti dewasa dan muda tak jua berarti sok dewasa. Okey, memang kadang-kadang para remaja juga pengin dihargai pendapatnya, tapi bagi orang-orang yang merasa udah sok dewasa secara umur tapi logika dan pikiran enggak, kata-kata si remaja ini dianggap sok tahu, sok asal komen aja, sok-sokan tua tapi nggak ngerti apa-apa.
Lha, gimana kalau memang si remaja ini udah ngerti bahkan lebih ngerti daripada orang-orang dewasa itu?

Itulah yang aku namain dinamika hidup. Yah, emang ternyata beneran kok kadang kita yang dianggap udah dewasa ini harus mendengarkan pendapat remaja-remaja masa kini. Toh ada juga kok yang bicara berdasarkan pengalaman hidupnya, nggak semua asal nyeplos aja.
        Dan pernah kepikiran nggak sih,
kadang jadi anak kecil itu juahhh lebih menyenangkan daripada kehidupan orang dewasa yang terkesan monoton.
Kuliah : ikut organisasi kampus, belajar yang rajin, temen aktivis semua, ikut-ikutan ngurusin masalah Negara yang kadang suara kita juga nggak didenger, dan pacaran sama sesama temen organisasi, trus berusaha lulus, habis lulus nyari kerja, nikah, dan akan menjadi sangat stag karena pasti, habis ini langsung itu, habis itu begini lagi, kalau ngak ya berarti kaya gini. Iya kan?

Atau kalau nggak ya berarti gini,

Kuliah : bebas dari orangtua, maen ke mall, nyobain masuk club malem, trus kuliah lagi, lupa ngerjain tugas, pulang kost, ngegame, main lagi, makan. Pacaran sama siapa aja yang dirasa keren-tajir, dan ritme hidup akan seperti itu sampai lulus. Kembali lagi, hidup akan terasa menjadi stag lagi.

And then,
apa yang bisa kita lakuin?
Kadang begitu enaknya menjadi anak kecil dengan sejuta kepolosan mereka. Bercita-cita menjadi apapun, lho, pepatah kan bilang "Gantungkan cita-citamu setinggi mungkin."
Anak kecil tak akan pernah tahu bagaimana perjuangan untuk menjadi apa yang dia cita-citakan, yang orangtua mereka selalu katakan adalah "Belajar yang rajin yaa, berdoa yang banyak aja."

Hidup emang tak semudah membalikkan telapak tangan. . .
       Aku selama ini selalu tak pernah menang jika bicara sama yang lebih tua. Entah kenapa ujung-ujungnya selalu aku yang akhirnya disalahkan dan diceramahi habis-habisan.
Menjadi dewasa dan dimengerti itu sungguh menyulitkan..
Semua bisa saja memberikan nasehat, harus ini harus itu, tapi menjadi sosok yang dianggap dewasa itu kadang justru sangat membenci yang namanya nasehat.
Kadang kita yang merasa dewasa ini berpikir, "Lho aku kan udah dewasa, kenapa diceramahin lagi sih? Bukannya aku udah bisa ngasih nasehat juga ya?"

Kemerasaan atas kedewasaan ini justru menjadikan bumerang. Jadi, siapa sih yang harusnya berhak memeberikan nasehat? Yang sudah tua-tua dan keriput itu?

Jujur,
menjadi anak kecil itu masih sangat menyenangkan. Ketidaktahuan akan kejamnya dunia justru sangat mengasikkan.
dan kadang,
bersikap kekanak-kanakan itu sangat melegakan. Mengingatkan kita bahwa kita masih tidak kehilangan akan rasa itu.
Toh bukannya memang dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, tua, lalu kembali menjadi anak-anak lagi ya pemikirannya???
Yah,
hanya sedikit berbagi pemikiran saja.
Good Night...

Senin, 04 Juni 2012

Sial dan Malangnya hari Senin ini

Huft!
Panas dingin gini nih bawaannya kalau udah deket sama waktu ujian. Tugas-tugas numpuk, dosen-dosen mukanya pada ditekuk semua belom pada bikin soal..
dan yang paling menyebalkan adalah kepotongnya hari libur minggu tenang gara-gara mata kuliah belum komplit. Ya elah, bikin males.
Dan itulah yang terjadi pada saia hari senin ini.
Senin ini harusnya udah nggak ada kuliah, tapi demi memenuhi buku absen ya sudah. Apalagi seingetku aku udah bolos 3x. Ckckckkkkk.. makin lama kuliah kok makin males ya. Kaya kehilangan motivasi gitu gak sih? Kok berangkat kuliah rasanya muales banget. heheee
Jadi, terpaksalah saia bangun pagi jam 6 karna kuliah dimulai jam 7 teng.
Glek!!
Telat coy, jam 7 lebih 10 menitan baru keluar kost. Mana perjalanan 15 menitan gitu lagi dan sialnya si dosen udah dateng pula. Gubrakz!!!! Di jalan cuma berdoa-doa aja moga ada temen yang telat, moga dosennya nggak marah. Gini-gini tapi aku jarang ya telat masuk kelas. Sighh!!! Sombong dikit.
Udah bete banget di jalan. Kayanya ini bakalan jadi hari sialku deh. Udah dateng kuliah telat, mata masih ngantuk, nggak liat jalan hampir ketabrak pula. Haishhh!!!!
Dan keajaiban itu muncul!
Ternyata Allah masih Maha Baik, masih Maha Segala-galanya buat menolong hambanya yang lemas dan tidak berdosa ini. Jadi, tepat di detik-detik sebelum menginjakkan kaki ke dalam gedung kuliah, ceilah. Di kejauhan sana muncullah tiga sosok yang mana adalah temen sekelas saia. Horrreeee!!!! Akhirnya kutemukan mereka, sosok-sosok yang menemaniku TELAT. ckckckkkk
Entahlah, mungkin saia sudah terkena sindrom lupa-lupa-ingat-lupa-lagi. Pokoknya setelah tak cek di buku absen, aku cuma baru bolos 2x. Masya Allah, masih 2 kali. HAH!!! Trus buat apa juga aku bela-belain dateng, kan masih 2x bolos, belum juga yg ke-3 kalinya, heheee, plakkk!! Mahasiswa macem apa aku ini.
Tapi ya,
kesialan itu tetap berlanjut, njut...
Apesnya selesai perkulihan, aku ternyata lupa bawa dompet. Gubrakz!!! Apa-apaan nih, mau makan pake apa coba? Dan yang lebih parah lagi adalah PULSA juga habis. bis...
Ini hari apaan sih? Kok bisa-bisanya sial gini, gara-gara nggak mbaca doa apa ya pas sebelum brangkat kuliah. Oh tidakzzz!!!
Intinya adalah, sebelum brangkat ke kampus or anything kudu wajib :

1. Baca Doa..
2. Jangan lupa ngecek tas, udah kebawa semua belum barang-barangnya, mulai dompet, Hp, buku, tas.
    (yang terakhir ngaco)
3. Jangan Panik!!!
   Trust me. Kalau panik semuanya bakal ancur deh.
4. Kalau tau udah telat yang lama (15menitan) mending langsung inget2 dulu deh sifatnya dosen kita kaya gimana, kalau beliau galak mending langsung bolos aja sekalian. Daripada di marahin habis-habisan di depan kelas atau malah disindir mlulu di kelas besok-besoknya.

At least,
aku bisa belajar buat nggak ceroboh lagi. O.K ada sedikit juga yang adalah kesalahan saia makanya bisa sial gitu. Coba kalo tadi ngecek dulu udah bawa dompet apa belum? Coba kalo tadi mandinya nggak lama.
Ya elah, kalo orang keburu-buru mana inget itu semua, ya kan ^_^


Minggu, 03 Juni 2012

Kembalikan si "Enis" (Nggak Rela)

Sebenernya tulisan ini muncul secara tiba-tiba, dengan insiden yang tiba-tiba pula..
Cerita dimulai dengan cerita dari tadi siang. Saat Jogja tengah panas sepanas-panasnya, dan karena hari Minggu maka saia hanya tiduran di depan laptop sambil menyetel kencang-kencang playlist lagu yang isinya k-pop semua.. xixixixiii
Oke, petaka ini dimulai dari... Tunggu dulu!!! Petaka? Sepertinya bahasaku kurang benar, mungkin sebuah "kejadian". Jadi, saat sedang asyiknya online di Facebook, seorang makhluk, eh. Dua orang manusia datang ke kamar kostku yang apesnya lagi terbuka lebar dengan indahnya. Ketahuan deh berantakannya ^_^
Upz,
kembali ke topik awal. Si mbak2 dua ini secara ajaib aja gitu tiba-tiba minta kucing ke aku. HAH!! Ini beneran lho, kaya aku ini penjual hewan.
Kaget lah awalnya, "Heh, ini beneran ya?"Tapi emang sih dikostku itu ada kucing liar.

Jadi ceritanya itu begini :
Sekitar setahun yang lalu ada dua ekor anak kucing yang masuk ke kostku dan karena aku suka kucing jadi hampir tiap hari aku kasih susu. Lagian juga masih anak-anak, kan kasihan banget. Mbak-Mbak kost yang lain juga pada ikutan ngasih makan, mulai dari sisa tulang, roti, mie, sampai ayam yang masih rada utuh.
Tapi nggak tahu kenapa ya begitu lebaran kucing yang satunya kabur dari kost, huhuuu sedih banget deh. Mainan jadi berkurang. Lho!
Si kucing satu-satunya itu tak kasih namalah "NiniS" karena emang ngegemesin, heheee...
Sampai akhirnya dia hamil gegara kucing liar lain yang sumpah ya jadi secara nggak sadar udah ngerebut perhatian dan kasih sayang ninis dari aku. lebay!

Begitu lahiran ternyata ninis langsung ngelahirin 3 ekor anak kucing yang unyu-unyu banget, imut-imut ngegemesin pengin tak ubek-ubek gitu critanya ^_^

Tapi sayangnya, 3 ekor anak kucing ini bandel-bandel, cerewet banget. Suka nangis meong-meong gitu, dan bikin Ibu Kostku bikin peraturan Dilarang Melihara Hewan tanpa seIjin Ibu Kost. Nahh, siapa juga yang melihara. Gitu pikirku.  Orang kucingnya aja dateng sendiri, ibarat pepatah "datang tak diundang, pulangpun tak diantar"... heheee
Tapi tetep nekat juga sih, aku suka ajakin maen ke kamar. Masih suka aku kasih nasi pindang juga. Kadang kalau bandel aku usir, aku galak-galakin, hohooo kasihan banget.

Eh, jadi kelupaan.
Balik ke topik awal.

Jadi,
Si mbak2 itu mau minta satu dari 3 anak kucing liar itu yang tiga-tiganya aku kasih nama "enis". Ternyata Ibu Kostku emang nyiarin berita ke tetangga-tentangga gitu kalo ada 3 anak kucing liar yang boleh diambil siapapun yang mau. Kek sayembara aja deh..
Serius!! Dan dengan tampang kaya penjual, aku mulai ngasih liat tiga anak kucing yang udah ikut-ikutan simboknya masuk ke kamarku. Dimulailah tawar menawar itu. . 

Si mbak2  : "Ini kucingnya blasteran ya? Kok imut2 banget sih."
Aku          : (garuk2 kepala) mikir, trus jawab mbak2nya "Eh, saia ngak tau Mbak. Tau2 aja udah gitu.
Si Mbak2 : "Ini yang paling lucu mana ya Mbak?"
Busyet, pertanyaannya udh mirip mau beli kucing beneran aja Mbaknya. Secara ini kan kucing gratis,
Aku          : "Wah, semuany lucu-lucu tuh Mbak, menurut saia sih.."
Si Mbak2 : "Itu yang kuning matanya lucu ya? Tapi kulitnya jelek."
Glek! doeh. Si Mbak2ny tadi bilang lucu, sekarang jelek. Gimana sihhh..

Aku          : Cuma mesam-mesem doang. Bingung mo ngomong apa, emang aku penjual kucing beneran apa
Si Mbak2 : sambil ngambil satu anak kucing "Ihh yang ini lucu banget, kulitnya mulus banget lagi.
Aku          : (teriak dalam hati. Jangan itu kucing juga saia suka banget. huhuhuuu) "Yang Itu juga lucu kok Mbak". Glek! teteup, mana tega nolak.
Si Mbak2 : "Ya udah, saia ngambil yang ini aja boleh?"
Aku          :  "Boleh kok. Ambil aja Mbak." (padahal ngak rela setengah mati, mana yang masukin ke dalem tas Mbaknya itu aku pula.)

Eh,
tapi jujur aja ya, ini adalah pertama kalinya aku ngelakuin transaksi penjualan kucing, xixixxiiii ^_^
Agak ngak tega sih sama si enis, si anak kucing yang dibawa kabur itu. Tapi mau gimana lagi. Orang peraturan di kost juga nggak boleh pelihara kucing, dan aku juga masih mahasiswa yang duit bulanannya masih pas-pasan. Antara mau having fun atau nyicil fotokopi buku atau sekali-kali ngikut seminar2 gitu.

Jadi postingan aku kali ini aku tujukan buat si enis yang semoga udah berbahagia dengan si Mbak2 yang nama dan kostnya pun aku ngak tau.
WAAA...!!!!! Kembalikan si enis...!!!
Enis,
semoga kamu betah ya disana, jangan suka ngeong-ngeong. Jangan nakal, jangan ngigit-ngigit kaki orang lagi, geli tau. huhuhuuuu... bye2 enis   TT_TT

Dan ini foto enis sebelum akhirnya diambil si Mbak2...

Si Enis yang suangat imut ^_^

Si Enis begaya, gaya apaan sih ini???