Yupz..
pernah merasakan diskriminasi dari orang???
Kadang, secara sadar atau tidak sadar kita pernah secara nggak sengaja mengalami diskriminasi lho.
Semua orang kadang pernah melewati/melakukan hal-hal yang sama kaya orang lain, like dejavu...
Pernah kan secara nggak sadar pas baca status facebook atau tweet orang kadang suka manggut-manggut setuju, atau pas lagi baca buku dan ngerasa senasib sama si penulis buku.
Nah,
Jadi aku mau sedikit berbagi kisah tentang diskriminasi ini. Okey??
Apakah harusnya aku sedih? Apakah aku harusnya nangis? Apakah aku seharusnya kecewa? Apakah juga aku harus marah?
Kadang, pikiran-pikiran di otak kita ini jauh lebih kejam daripada kenyataan. Serius!
Aku pernah terlalu membesar-besarkan masalah, terlalu impulsif dengan suatu kejadian, dan pada akhirnya aku berpikir orang lainlah yang nggak memikirkan kita, kita merasa diasingkan dan seperti tidak masuk ke dalam kelompok pembicaraan itu.
Padahal,
setelah dipikir-pikir juga, mungkin itu kesalahan kita. Ya sedikitlah, setidaknya ada.
Kita kadang yang terlalu merasa bahwa ini diskriminasi, padalah sebenarnya juga tidak.
Contoh nyata adalah aku,
yesss....!!!!
Aku ikut ke dalam satu organisasi kampus dan yeah waktu itu kita kerjasama dengan pihak sponsorship, akhirnya barter jadi dari pihak sana hanya meminta 10 orang saja yang dimasukkan ke dalam kepanitiaan.
Dan yeah, bisa ditebak aku nggak masuk ke dalam kepanitiaan itu.
Aku pikir waktu itu adalah diskriminasi. Serius! Lho, kok bukannya aku sih? Kenapa si A kepilih dan aku nggak. Pokoknya sempet kesel banget deh waktu itu.
Tapi setelah aku pikir-pikir ulang lagi. Ternyata kan waktu itu aku juga lagi banyak kerjaan, lagi sibuk ngurusin bikin LPJ, tugas-tugas kuliah juga lagi numpuk. Lha, orang akhirnya pas hari H aku juga nggak dateng gegara Pakdheku meninggal.
Coba aja kalo aku dimasukin ke dalam kepanitiaan, pasti ada beban moral kan dari aku karna ada di dua pilihan sulit. Akhirnya aku sadar, mungkin memang tidak selamanya diskriminasi itu jelek. Kadang juga ada sisi positifnya kok.
Contoh lainnya kaya misalnya kita ke Mall, biasanya orang-orang yang keliatan berduit bakalan dapet senyum manis dan ramah dari mbak2 SPG, Nah tapi buat orang yang biasa-biasa aja penampilannya bakalan dicuekin atau kalau emang SPGnya ramah banget cuma ditawarin dari jauh doang, ga bakalan di deket-deketin gitu. Padahal kan juga belum tentu yang pakaiannya mewah itu orang kaya dan belum tentu juga yang keliatan sederhana nggak punya duit sama sekali!!!!!
Itu juga kan perlakuan yang diskriminasi kan?
Tapi, untungnya buat yang berpenampilan biasa-biasa itu adalah pertama kita bisa jalan terus nggak kehenti dan makin lama, yang kedua nggak usah ribet-ribet nolak sambil pasang muka sok baik, yang ketiga nggak usah bingung nyari alesan dan bohong. heheheeee....
Ada juga kan untungnya kita didiskriminasi....???
Walaupun nggak semua diskriminasi itu baik, yahhhh ada juga kan yang berdampak jelek.
Misalnya kerabat atau saudara kita teroris, dan kita yang nggak tau apa-apa ini ikut didiskriminasikan sama orang-orang, dicap teroris juga, dianggap nggak berperikemanusiaan juga. Padahal kan kita nggak tau apa-apa kan...
Halah,
sebenernya itu bagaimanapun sikapnya, bagaimanapun sifatnya, itu semua kita yang bakalan merasakanya. Baik atau buruknya kita juga yang tau...
Selama kita pikir itu nggak merugikan kenapa juga mesti repot-repot lapor ke komnas HAM. Apa harga diri kita terlalu tinggi untuk dibela? Memangnya siapa kita? Bukannya semua manusia itu sama di mata Tuhan? Apa ini cuma pencitraan di depan publik saja?
Lha, bagaimana kalau sikap kita justru masih tidak bisa membedakan mana yang diskrimasi dan tidak diskriminasi???
Halah, ribet banget sihhhhhhhh.....

