Untuk diriku sendiri
yang sebentar lagi akan memasuki usia “dewasa”. Ini masih sangat aneh.
Benar-benar aneh. Aku tahu hal ini akan terjadi cepat atau lambat (Oh tidak,
mengapa kenyataan menjadi seolah-olah terlalu cepat). Yah, bagaimanapun juga
aku akan menjadi dewasa kelak. Aku bukan lagi diriku yang dulu, dalam hal-hal
sederhana saja misalnya.
Bertemu banyak orang, mendapat banyak ilmu, dan tak lagi tinggal bersama orangtuamu akan mengubah sedikit banyak cara pandang hidupmu.
Diusiaku yang saat ini,
aku telah menemui banyak orang (kupikir). aku menemui banyak sekali perbedaan
pendapat, yang harus kuakui ada benarnya juga. Sedikit banyak aku belajar,
bagaimana cara mereka mengatasi masalah-masalah mereka. Aku jadi menjadi bukan
diriku, aku merasa takut dan malu bila tak seperti orang kebanyakan.
Huft, ..!!
Aku seperti sudah lelah
dengan kepura-puraan ini. Tapi entah mengapa aku tetap bertahan pada pemikiran
itu. Aku menjadi bimbang pada akhirnya, mungkinkah aku yang sebenarnya memang
seperti itu?
Kedewasaan dan
meninggalkan masa remaja. . .
Aku memikirkan terlalu
banyak masa remajaku. Dimana aku banyak mencemaskan hal-hal remeh, jika
kuingat-ingat lagi, aku begitu naif rupanya.
Kadang,
Aku terlalu sedih dengan hidupku sendiri. Kadang juga merasa begitu tersesat, aku seperti berjalan kearah yang salah.
Dan dalam ketersesatanku aku bertanya-tanya,
“Kemana aku akan pergi?” lalu, “Siapa yang akan menunjukkan jalan pulang.”
Ingat. Ini bukan dunia
alice in wonderland, dimana aku akan kembali setelah mengalahkan Ratu yang
Jahat. Tapi, tunggu dulu. Ini terdengar seperti ide yang bagus. Ketersesatan
ini, mungkin memang jalan takdirku. Aku tak mungkin bisa belajar banyak jika
tak tersesat, mungkin aku hanya terlalu malu bertanya pada seseorang tentang
jalan kembali.
Ku bilang, untuk yang
pertama kalinya.
Menjadi remaja itu
sangat sulit, begitu sulit. Kau harus benar-benar bisa menemukan siapa dirimu
yang sesungguhnya, akan banyak godaan dan pertahanan dirimu akan benar-benar
diuji. Ada banyak teman yang akan mempengaruhimu.
Tapi yakinlah, tak akan pernah benar-benar ada yang mengerti isi hatimu kecuali dirimu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar