Sabtu, 25 Februari 2012

KeGalauan'ku pada Organisasi

    
    Aku sudah kuliah, aku sudah dewasa. Begitu pikirku dulu saat sudah resmi menjadi mahasiswi dan di OSPEK. Dan setelah berjalannya waktu, aku mulai melirik dunia keorganisasian kampus, seperti HIMA atau UKM. Saat semester 1, jujur aku belum berani memikirkan soal BEM. Terlalu tinggi menurutku.
Seiring berjalannya waktu, aku mulai masuk HIMA dan aktif berorganisasi. Beberapa posisi pernah aku alami, mulai dari sie humas, sie pdd, sie sponsorship, sampai sekretaris.
   Dan itu kujalani semua dengan hati senang, suka cita ikut organisasi kurasakan tetap menyenangkan. Aku selalu berusaha mengambil sisi positifnya. Aku berusaha kuat jika memang mood sedang jelek. Tapi, tetap saja. Hati manusia bukan baja, dan tubuhku tak bisa kupaksakan untuk bergerak terus. Aku butuh istirahat. Lalu aku mulai berpikir dengan kejinya.

Apa itu NIAT...???
Dan apa guna dari FUNGSI...???!
Fungsiku, fungsi kita dalam berorganisasi.
Apa untungnya kita datang rapat? Apakah kita bisa membuat perbedaan? Sepenting apakah diriku?! Apakah pendapatku akan selalu didengar.
Aku jujur, masih sering kali memikirkan ini.
Kadang,
aku sudah berusaha datang tepat waktu. Sebisa mungkin semua tanggungjawab yang diberikan sudah kukerjakan, dan apa. Rapat "molor", lalu yang datang rapat tak semua anggota. Hanya sebagian kecil saja.
Lalu apa gunanya aku jalan jauh-jauh untuk datang ke kampus?!

     Dan tiba-tiba,
sebuah sentakan mengangetkanku.
Dalam berorganisasi aku bisa dapatkan teman, bahkan sahabat-sahabat yang baik. Aku bisa menyegarkan pikiran, berbagi pengalaman, lalu menjadi lebih kuat dan bersyukur pada akhirnya.
Keluhan memang sering terjadi, namun tak sesering dulu lagi. Aku berusaha untuk belajar menahan amarah dan iri.
Ini adalah tanggungjawabku. Aku sudah memilih, dan pilihanku adalah mengikuti organisasi ini. Aku pikir, memang lebih asyik tiduran dikost sambil makan, atau pergi shoping dan bermain ke tempat baru.
     Tapi,
jika hanya terdiam diri dikost tanpa pekerjaan, juga akan sangat membosankan.
Aku mengakui itu. Manusia memang makhluk yang paling aneh, jika hujan inginnya panas, jika panas inginnya hujan.

      Aku juga berpikir soal penyesalan,
aku pernah mengikuti sebuah kepanitian, dan di tengah jalan aku mundur.
Aku takut sekali dengan keputusanku. Aku berpikir apakah aku bisa dimaafkan. Aku telah mengambil keputusan yang salah atau benar?
Semalaman aku berpikir keras sebelum mengambil keputusan ini.
Sampai akhirnya aku menyerah dan mundur, aku takut. Jika aku meneruskan ini, akan lebih banyak pihak yang dirugikan dengan sikapku.
Jadi aku memilih mundur demi kelancaran acara.

      Aku tak pernah merasa benar-benar "baik" seusai itu, lalu aku berpikir,
jika aku keluar dari dari sebuah keorganisasian. AKu berarti akan menyakiti lebih banyak orang.
Dan dengan tekad bulat, aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
    Aku bukannya ingin menyerah dan tak pernah ikut organisasi lagi. Aku justru terus berusaha maju dengan mencoba mendaftar di BEM tahun ini.
AKu berharap bisa diterima,
Aku ingin meningkatkan kualitas diriku, mengubah sikap "malasku" menjadi sikap yang lebih baik lagi.
Aku tak ingin kegagalan dimasa lalu terus membebaniku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar