Aku
tak bisa memiliki hatinya, utuh.
Ada
seseorang lain yang telah mencurinya..
Aku
tak bisa memiliki hatinya,
Aku
tak bisa, apa yang harus kulakukan.
Aku
hanya bisa mengaguminya dari jauh,
menatapnya
lekat-lekat tanpa bisa menyentuhnya. .
Selamanya,
Mungkin hanya akan ada
namanya. Selamanya aku tak pernah
bisa memasuki sisi manapun dari hatinya, tak akan pernah bisa. Aku ingin menyerah saja
pada perasaan ini. Aku ingin melupakannya, lalu kembali lagi ke diriku yang
semula.
Aku ingin mencoba, pelan-pelan
membuka pintu hatinya. Tapi tiba-tiba langsung menyerah saat melihat sinar
matanya ketika menatapnya.
Aku hanya pengganggu saja, seperti tak berguna saja.
Mengharapkan hal yang mustahil. Seharusnya
aku tahu dari awal untuk tak menyukainya. Seharusnya aku tak begitu bodoh. Aku
tahu, seberapa besar hal yang kulakukan. Dia tak akan pernah berpaling darinya.
Aku sekali lagi, k-a-l-a-h......
Seperti
orang bodoh saja,
Aku
terus menyukainya. .
Aku
ingin menyerah pada perasaan ini. .
Tapi
tak bisa,
Sakit,
Tapi
aku ingin sakit ini. .
Seperti
orang gila saja,
Aku
pikir senyumnya begitu sempurna. .
Aku tahu,
aku tak pantas menyukainya. Dia terlalu sempurna, dengan semua kekurangannya.
Dia menjadi laki-laki yang luar biasa. Dia adalah dia. Aku menyukai dia apa
adanya.
Aku pikir,
ini memang yang terbaik. Tapi setengah hatiku terasa sakit. Benarkah ini???
Apakah rasa cinta ini sudah mendalam? Aku tak tahu, aku tak bisa keluarkan air
mata. Aku bingung, sesungguhnya perasaan apa ini.
Setiap
melihatnya, aku merasa bahagia. Jantungku berdebar, dan aku yakin. Ini suka,
ini cinta. Tapi ketika menjauh, sebongkah rasa sesal datang. Aku berusaha keras
untuk melupakan rasa suka ini. Tapi sungguh, ini sangat sulit.
Meskipun,
waktu berhenti berputar.
Dan
hanya ada aku dan dia.
Meskipun,
aku berharap. .
Aku
tahu,
Dia
pasti mencari dirinya. .
Aku
tahu,
Aku
tetap saja tak bisa memiliki hatinya.
Meskipun,
dunia ini runtuh sekalipun.
Aku
tahu,
Hanya
ada namanya dihati dia. .
Aku Tak Bisa Memiliki
Hatinya. Tak akan pernah bisa. Aku
tak akan pernah bisa memiliki hatinya. Tak pernah ada ruang 1% pun di hatinya
untukku. Aku menanti sesuatu yang mustahil. Bagai pungguk merindukan bulan. Aku
hanya bisa memimpikannya. Aku mencintai orang yang salah ternyata. Aku salah
besar.
Aku
tak bisa memiliki hatinya,
Tapi
aku tahu,
Itu
memang takdirnya.
Aku
memang bukan untuk dirinya.
Aku
tahu,
Aku
tak bisa memiliki hatinya..
Tapi
aku tetap tegar,
Aku
tetap bisa berdiri,
Aku
tak bisa memiliki hatinya,
Tapi
dunia belum berakhir. .
Kusambut
dunia baru,
Kusambut
cinta yang baru. .
Patah hati?
Aku pikir itu kata yang
terlalu sedih, aku tak ingin orang-orang jadi begitu sedih dan kecewa karena patah hati. Memang sakit, tapi
bukan berarti semua berakhir. Bukankah kita masih mempunyai teman, mempunyai
keluarga??
Cinta ada dimana-mana,
bukan harus melalui dia, atau siapapun itu. Cinta ada dimana kita bisa merasa
senang, merasa bahagia dan tak bertepuk sebelah tangan.
Aku
tak bisa memiliki hatinya,
Tapi
aku bisa memiliki hati yang lain,
Yang
ternyata memang diciptakan untukku. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar