Selasa, 17 Juli 2012

Masih adaKah "KesempataN" Itu...???



Takdir, entah kenapa takdir justru bisa menjadi sangat kejam. Benar-benar kejam. Takdir bisa melukai perasaan banyak orang, bisa menghancurkan rangkaian mimpi berpuluh-puluh tahun.
Aku tak mengerti dengan takdir yang seperti ini???
Takdir yang justru menyakiti banyak orang.
Hampir semua tokoh utama di film ataupun novel, semuanya mempunyai takdir yang versi baik. Selalu. Mereka tak pernah benar-benar mempunyai takdir dalam yang versi yang terburuk sekalipun.

Apakah semua penulis itu bersekongkol untuk membuat plot cerita yang seperti ini???

Aku, entah kenapa, lebih suka dengan cerita takdir dalam versi buruk. Mungkin buruk untuk dua tokoh utama ini, tapi tidak bagi yang lain. Apalah artinya bahagia jika semua orang untuk sedetik saja mengutuk takdir itu sendiri. ini kehidupan! Bukan cerita roman picisan, tapi memang entah kenapa semua takdir selalu terjadi dalam versi yang terbaik.


   Tapi setiap orang sayangnya tak pernah punya “kesempatan” itu benar-benar mewujudnya takdir baiknya itu. Yang terjadi  ujungnya adalah takdir dengar versi buruk itu, yang entah kenapa justru membuat luka itu menjadi setimpal. Memang ada cerita yang tidak terselesaikan, ada tangis yang tertahan yang bahkan belum sempat menetes.
Aku tahu sepahit apapun kisah itu, masih lebih banyak orang yang akan bahagia. Luka masa lalu itu akan bisa disembuhkan seiring dengan berjalannya waktu. Tapi entah kenapa, hanya sedikit orang yang mempunyai “kesempatan” itu. Hmmmmm…..

Setiap orang selalu mempunyai bayang bahagianya sendiri. masing-masing mengharapkan yang terbaik, aku tahu itu. Kerealistisan dunia inilah yang membuatku tidak percaya lagi dengan “kesempatan” itu. Aku bahkan tak mau memikirkannya, ku anggap itu hanya akan terjadi di film atau novel saja. Untuk kehidupanku, untuk masa depanku “kesempatan” itu tak akan pernah terjadi. Tak akan.

    Kenapa aku bisa seyakin ini? Padahal semua tabir itu belum benar-benar terbuka. Aku hanya merasa saja ini hanyalah ilusiku semata. Aku tidak pernah benar-benar merasa bahwa itu akan terjadi. Sekali lagi, ini dunia nyata. Dunia tidak pernah benar-benar hanya selebar daun kelor. Untuk mereka yang ditakdirkan dengan versi baik mungkin saja akan merasakannya. Tapi untukku, dunia ini terasa sangat jauh-jauh lebar dan luas.

Langkah kaki ini tak akan pernah terhenti di lantai yang sama. Kami menginjak tanah yang  sama mungkin, kota yang sama. Tapi untuk benar-benar bertemu pada satu titik yang sama. Itu mustahil. Ini tak akan pernah terjadi, “kesempatan” itu memang benar-benar bukan milikku. Setidaknya inilah yang aku pikirkan dan rasakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar